Rabu, 29 Juli 2009

KARAKTER VS KARUNIA ROHANI

Saya banyak menjumpai teman2x & saudara2x saya yang mempunyai kepahitan yang berkepanjangan terhadap Tuhan dan KeKristenan. Dan penyebab kepahitannya itu sendiri seringkali adalah orang2x Kristen yang menjadi batu sandungan, entah itu pelayan gereja, pemain musik, WL, mentor, bahkan pendeta nya. Saya sendiri kadang bingung juga dgn hal ini, karena dulu saya juga pernah mengalami hal spt ini.

Pertanyaan saya hanya satu : Kok bisa bisanya? Dekat dgn Tuhan kok bisa2nya yah….kebangetennn dech…so munafik, dsb…..akhirnya kita jadi murtad dan tidak mau maju dalam Tuhan, sepertinya kita wait and see aja dulu. Kristen ya Kristen, tapi jangan terlalu dalam dulu dech…! Iya kalau bener agama Kristen ini…la kalo salah…?

Saya punya kesimpulan : Karakter manusia dan Karunia Rohani (Gods’s Gift after kita dibaptis air dan Roh Kudus) adalah 2 hal yang berlainan, tetapi berhubungan.

Kenapa kok bisa berhubungan ? Karena hal ini memang dalam pengembangannya harus seimbang. Kalau tidak seimbang akan terjadi hal2 diatas. Apalagi kalau karunia rohani saja yang dikembangkan terus, tapi karakter manusianya tidak pernah dikembangkan.

Kenapa manusia ‘rohani’ itu kok bisa terjadi hal2x diatas?

1. Karena manusia adalah makluk yang sudah dari mulanya diberi kuasa utk ‘Free Will’. Kej 2:16 :

2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi…”

2. Karena manusia adalah makhluk yang sangat lemah (fragile). Kemanusiaan kita ini gampang lengket dgn apapun yang ada di dunia ini.

Matius 26:41.

26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

3. Sekaliber pendeta besar manapun, mereka adalah manusia yang penuh kelemahan.

Ibrani 5:1. Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.

5:2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,

5:3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.

Bahkan di ayat sebelumnya Ibrani 4:15 dikatakan bahwa imam besar yang kita punya tidak dapat turut merasakan kelemahan2 kita. Beda dgn Imam Besar Agung yang sama dgn kita dan telah dicobai, bedanya Dia tidak berbuat dosa.

Contoh kisah dalam Alkitab:

Yesus punya murid yg paling disayangi : Petrus si Batu Karang.

Kelemahannya : menyangkal Tuhan didepan banyak orang! 3 kali! Wuaow…padahal Tuhan berfirman Lukas 12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

Tapi pada ayat yang lain :

Kis 4:4=Petrus berkotbah 5000 orang percaya Yesus.

Kis 9:32-40 = Petrus menyembukan Eneas yang lumpuh dan Tabitha yang bangun dari kematian.

Nah, kalau kita masih punya mentalitas mencampurkan karakter manusia dgn karunia rohani spt diatas, kalau kita hidup pada jaman itu, mungkin kita tdk akan mau mendengar kotbah Petrus dan diberkati olehnya. Rugi sendiri bukan?

Memang Tuhan kita itu unik sekali, jalan2nya tidak terpahami dan terselami, apa yang kita pikirkan atau simpulkan dgn pikiran kita, sama sekali berbeda dgn apa yang Dia pikirkan. Dia berdaulat utk memakai siapa saja di dunia ini utk rencanaNya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.